DOKTRIN TEOLOGI AHMADIAH DALAM KONSEPSI SYARIAT JIHAD


I. PENDAHULUAN

Orang lebih sering melihat Ahmadiyah dari nilai-nilai atau ajaran-ajaran menyimpang yang ada padanya. Kurang lebih, Ahmadiyah dilihat selalu hampir dengan pandangan negatif, yang meng-common sense. Dan tidak aneh akhirnya, andai kita menyebut kata “ahmadiyah”, orang akan menanggapinya sebagai sesuatu yang sesat, sesuatu yang menyimpang, dan sebagainya. Orang-orang lebih cenderung melihatnya begitu, apalagi setelah MUI menetapkannnya sebagai salah satu golongan sesat yang wajib diinsyafkan.

Tak pelak, hal ini menutupi kontribusi yang diberikan Ahmadiyah pada Islam. Bahwa Ahmadiyah dengan gerakannya telah sedemikian rupa memberi warna tersendiri yang meski tak khas tetapi memiliki pengaruh yang signifikan dalam Islam. Baik pengaruh secara intelektual maupun praktis kerja di lapangan.

Dengan begitu, kami kembali mencoba melihat fenomena Ahmadiyah itu untuk kembali membuka lembarannya tanpa prasangka terlebih dahulu. Untuk itu, sejenak kami ingin melupakan term “sesat” yang sering dialamatkan orang-orang pada Ahmadiyah.

Pembahasan dalam makalah ini, pada dasarnya bertumpu pada konsep jihad yang ditawarkan Ahmadiyah. Penjelasan sendiri itu dimaksudkan sebagai pembuka satu wacana. Karena memang kami maksudkan sebagai pengantar, pembahasannya pun hanya sampai pada tataran penjelasan umum mengenai konsep jihad itu. Dengan sedikit menyinggung aplikasinya ke realitas sosial.

II. SEJARAH KELAHIRAN AHMADIYAH

Berbicara tentang Ahmadiah tidak akan terpisah dari pembahasan tentang siapa Mirza Ghulam Ahmad sebagai Pendiri dan pelopor lahirnya gerakan al-jamaah al-Islamiyah al-Ahmadiyah.

Kelahiran seorang Ghulam Ahmad tidak terlepas dari konteks sosial yang terjadi ketika dia hidup. Sebelum kelahiran Ghulam Ahmad, kerajaan Mughal yang saat itu sedang menguasai India tengah berada di ambang keancuran. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa sebab yaitu, melemahnya  pemerintahan dikarenakan oleh adanya dekadensi moral dan pola hidup mewah yang melanda para pejabat kerajaan, selain itu banyak terjadi pemberontakan yang dilancarkan oleh golongan Hindu dan Sikh, belum lagi campur tangan Inggris yang datang ke India sejak abad 15 M telah membuat pemerintahan Mughal ketika itu menjadi mundur.

Situasi keagamaan pada tahun-tahun kelahiran Ghulam ahmad ditandai dengan gencarnya gerakan misionaris Kristen di seluruh dunia karena sejak pada tahun 1814-1815 M ketika terbentuknya British and foreign Bible Society orang-orang Kristen mengnggap tahun itu sebagi The great Century of World Evangelization (abad agung penginjilan dunia). Dan India menjadi salah satu target kristenisasi, Jutaan orang India memeluk agama Kristen melelui gerakan itu.

Selain kondisi India sedang mengalami kemunduran dan gencarnya gerakan kristenisasi, di India juga muncul gerakan Neo-Hindu yang sangat agresif dan militan. Sedangkan kondisi umat Islam saat itu tengah mengalami keprihatianan, mayoritas dari mereka gemar minum Khamr, melacur, menghisap candu, dan malas. Umat Islam disana ketika itu  mudah berselisih hanya karena hal-hal sepele, sepi dari majlis-majlis ilmu dan kegiatan di masjid pun kosong dari jamaah.

Ghulam Ahmad lahir pada 13 Februari 1835 M/14 Syawal 1250 H di Qadian , India , ayahnya adalah seorang tabib yang mahir. Ghulam ahmad tidak banyak mendapatkan pendidikan formal semasa hidupnya. Ia mulai mendapatkan pndidikan ketika berusia 6 tahun di rumah, dimana ayahnya mendatangkan guru privat untuk mengajarkan al-Quran dan kitab-kitab berbahasa Parsi, Nahwu-Sharaf, dan manthiq, sedangkan ilmu ketabiban ia peroleh dari ayahnya sendiri.

Setelah berusia 29 tahun, Ghulam ahmad menjadi pegawai negeri di pemerintahan Inggris di Bupati Sialkot . Setelah empat tahun bekerja, Ghulm dipanggil ayahnya pulang ke Qadian untuk bertani, semenjak itu sebagian waktunya ia pergunakan untuk memdalami al-Quran dan menyepi. Ghulam merasa sangat sedih melihat keadaan umat Islam yang sangat memprihatinkan, disisi lain golongan Hindu, Nasrani dan sikh melancarkan berbagai serangan berupa pemikiran maupun senjata

Setelah kematian ayahnya, Ghulam ahmad lebih memfokuskan diri untuk menulis beberapa artikel untuk membela ajaran-ajaran Islam dari serangan yang dilancarkan oleh berbagai golongan hususnya Nasrani dan Arya Samaj di beberapa media masa. Pada tahun 1880, Ghulam Ahmad menerbitkan sebuah buku yang sangat monumental yaitu Barahin Ahmadiyah yang berisi tentang keunggulan-keunggulan ajaran Islam dan ketinggian Al-Quran dibandingkan agama Nasrani, Hindu, Arya Samj, dan agama-agama liannya. Dengan penerbitan buku Barahin Ahmadiyah itu banyak timbul pro-kontra antar umat beragama di India . Sedangkan oleh umat Islam sendiri buku itu disambut dengan suka cita karena telah dianggap membela ajaran agama Islam.

Selain berisi tentang keunggulan-keunggulan Islam dari agama-agama lain, dalam buku Barahin Ahmadiyah terdapat pendakwaan bahwa Ghulam Ahmad adalah seorang mujadid abad ke 14 M. Pada tahun 1883 banyak dari kalangan umat Islam yang ingin melakukan baiat menjadi muridnya, namun  Ghulam menolaknya dengan alasan belum mendapatkan perintah untuk mnerima baiat. Pada tahun 1888 M, setelah ghulam ahmad mendapatkan ilham untuk menerima baiat muridnya, sebanyak 40 orang melkukan baiat kepadanya. Dan sejak tahun 1889  al-jamaah al-Islamiyah al-Ahmadiyah resmi berdiri.

Tidak lama setelah pengakuan dirinya sebagai seorang mujadid abad ke 14 M, Ghulam ahmad mengaku telah menerima wahyu bahwa Nabi Isa telah wafat, sedangkan al-Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad adalah Gulam Ahmad sendiri. Setelah pengakuan dirinya sebagai Al-Masih al Maud dan pendakwaan dirinya sebagai Iimam Mahdi, gemparlah seluruh umat beragama di India saat itu, baik itu di golongan umat Islam sendiri maupun kelompok Nasrani. Banyak orang yang mengkritik dan mengklaim Ghulam sebagai kafir dan sesat, namun di lain pihak banyak pula yang mendukung dan menjadi pengikutnya dengan melakukan bai’at kepadanya. Penentangan terhadap Ghulam pun semakin menjadi-jadi semenjak tahun 1901 yaitu ketika dia mendakwakan dirinya sendiri sebagai seorang “nabi Dzilli” dan umati’ (nabi bayangan dan nabi umat Muhammad)

Umat Islam ketika itu selalu menunggu-nunggu kedatangan Imam Mahdi yang dipercaya akan datang di ahir zaman untuk menegakkan keadilan, mebembebaskan manusia dari ketertindasan, kemiskinan dan kebodohan. Beberapa tahun sebelum Ghulam mengaku sebagai Imam Mahdi, telah terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh seseorang yang mengaku dirinya sendiri sebagai Imam Mahdi terhadap pemerintahan Inggris di Sudan serta telah terjadi pemberontakan Munity di India, hal itu menimbulkan kecurigaan pemerintahan Inggris kepada Ghulam bahwa dia berncana melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Inggris. Belum lagi keadaan mayoritas umat Islam Ketika itu banyak menganggap bahwa jihad terbesar adalah dengan mengangkat senjata dan melakukan perlawanan fisik demi menegakkan hukumAllah, hal itu semakin menguatkan kecurigaan Inggris terhadap Ghulam

Untuk menggugurkan kecurigaan pemerintah Inggris tersebut, Ghulam menegaskan bahwa meskipun Ghulam mendakwakan dirinya sebagai Imam Mahdi,  ia tidak akan melakukan pemberontakan terhadap Inggris karena Imam Mahdi yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad di ahir zaman adalah sebagai penegak keadilan dan pembawa Islam secara damai tanpa peperangan.

Meskipun ada beberapa doktrin yang sepertinya melenceng dari ajaran Islam pada umumnya, sumbangih Ghulam ahmad sebagai pendiri aliran Ahmadiyah tidak bisa dianggap kecil. Selama hidupnya, Ghulam telah banyak melakukan perjuangan dan pembelaan terhadap umat Islam. Cita-citanya untuk menegakkan kembali puing-puing kejayaan Islam dengan jalan damai telah banyak menginspirasi umat Islam baik pada masa dia hidup bahkan sampai beberapa tahun kemudian dan hingga kini. Namun kesempatannya untuk terus memberikan sumbangsih kepada umat harus berahir karena pada tanggal 26 Mei 1908 Ghulam ahmad wafat di Lahore dan dikebumikan di Qadian.

DOKTRIN TEOLOGI AHMADIAH DALAM KONSEP SYARIAT JIHAD

Keadaan mayoritas umat Islam Ketika Ghulam hidup menganggap bahwa jihad terbesar adalah dengan mengangkat senjata dan melakukan perlawanan fisik. Untuk mengubah pemahaman mayoritas kaum muslim tentang jihad yang keliru itu, Ghulam menulis karangan yang berbicara tentang Jihad yang disusun dengan tujuan untuk menyerukan kepada masyarakat India agar mereka tidak melakukan pemberontakan dan penyerangan terhadap pemerintahan Inggris, karena hanya di bawah pemerintahan Inggris, India akan menjadi lebih baik.

Perlawanan yang dilakukan dengan cara kekerasan dan pemberontakan akan merugikan umat Islam sendiri yang ketika itu tengah lemah dan mengalami krisis. Ghulam memberikan penerangan kepada Inggris bahwa Al-Quran tidak memperkenankan umatnya untuk melawan pemerintahan  baik pemerintahan Muslim maupun kafir selama pemerintah tidak ikut campur dalam masalah akidah dan keimanan, serta tidak melarang pengembangan agama.

Pemikiran Ghulam Ahmad yang humanis dan jauh dari nilai-nilai kekerasan itu membuat dia diasumsikan oleh beberapa golongan sebagai agen imperialisme Inggris di India karena ia tidak mau dan melarang pengikutnya mengangkat senjata melawan Inggris, beberapa pengkaji dan pemerhati lainnya menganggap Ahmadiyah sebagai aliran pemikiran dan ideology tersendiri di luar Islam. Sedangkan beberapa golongan lain memandang Ghulam Ahmad sebagai orang yang “anti jihad” dan penghapus syariat jihad dalam Islam.

Padahal jika kita telaah secara seksama konsep jihad yang diusung oleh Ghulam tidaklah bertentangan dengan syariat. Menurut Ghulam, ada tiga konsep jihad yaitu, jihad asghar (jihad kecil), jihad kabir (jihad besar), dan jihad akbar (jihad terbesar) berikut pemaparan tentang ketiga jenis jihad tersebut

A. Jihad Asghar

Jihad asghar dikategorikan sebagai jihad kecil, yaitu jihad dengan melalui peperangan fisik dan senjata. Kaum orientalis Barat sering kali salah dan keliru memandang bahwa jihad dalam Islam diartikan sebagai perang suci (holy war) untuk menegakkan agama Islam. Namun hal itu tidak semata-mata kesalahan kaum orientalis namun hal itu juga merupakan kesalahan yang disebabkan oleh umat Islam sendiri, hususnya kaum ulama fikih yang memaknai jihad dalam makna qital (perang), banyak dari merka menjadikan qital sebagai sinonim dari jihad. Yang kemudian hal itu membuat jihad seolah-olah identik dengan qital

Jihad dengan mengangkat senjata dan kekerasan disebut dengan qital dalam al-Quran, hanya diizinkan oleh orang-orang yang diperangi dan dianiaya dan terusir dari kampung halamannya karena mengatakan Tuhan kami hanyalah Allah. Menurut al-Quran, peperangan yang diizinkan oleh Allah adalah tidak bertujuan untuk memusnahkan agama lainnya, bahakan untuk melindungi berbagai macam agama (QS. Al-Hajj [22]:39-40)[1]

Oleh karena itu, Penyebaran agama dengan kekerasan dilarang (QS. Al-Baqarah [2]: 256) karena kebebasan beragama sangat dijunjung tinggi dalam al-Quran (QS. Yunus [10]: 99) dan al-Kafirun [109]: 6). Jika musuh berhenti memerangi dan menghendaki perdamaian maka peperangan harus dihentikan (QS. Al-Anfal [8]: 61-62), karena dalam keadaan berperang pun menurut al-Quran  jangan sampai melampaui batas (QS. Al-Baqarah [2]: 190).[2] Nabi muhamad sendiri menganggap bahwa peperangan dengan mengangkat senjata merupakan jihad kecil (jihad asghar)

Ghulam ahmad mengakui bahwa jihad dalam melakukan peperangan dengan mengangkat senjata pernah dilakukan oleh Rasulaallah dan para sahabatnya dalam situasi dan kondisi tertentu, jihad asghar ini boleh dilakukan dengan berbagai macam persyaratan yang harus dipenuhi.

Ghulam mengecam keras pembeontakan terhadap pemerintahan yang sah, meskipun pemerintahan tersebut dipimpin oleh pemerintahan kafir, apalagi melakukan pemberontakan atas nama jihad, karena pemberontahan akan merugikan umat Islam sendiri yang ketika itu umat Islam dalam keadaan sangat lemah dan juga akan merusak citra agama Islam yang menjunjung tinggi persaudaraan, akhlak mulia dan kasih sayang menjadi citraan sebagai agama yang anarkis.

B. Jihad Kabir

Jihad kabir yaitu jihad dalam bentuk menyebarkan nilai-nilai ajaran al-Quran dan Islam. Jihad semacam ini disebut sebagai jihad besar (QS. Al-Furqan [25]:52), Jihad bentuk ini dikatakan oleh Ghulam lebih cocok  dengan situasi dan kondisi  umat Islam saat ini. Karena musuh-musuh Islam telah melakukan penyerangan dalam Islam dengan berbagai tulisan yang menyudutkan dan merusak nama baik Islam. Maka umat Islam seharusnya tidak melakukan jihad dengan kekerasan tetapi dengan “jihad ruhani” (secara spiritual) dan “jihad bi al-qalam” (jihad dengan pena)

Karena dengan keyakinan inilah, sejak muda, ghulam telah concern menulis buku dan artikel yang beisi pembelaan terhadap Islam yang saat itu golongan nasrani dan Arya Samaj sering melakukan serangan-serangan di media masa, sehingga pada tahun 1880 M Ghulam menulis buku yang berjudul Barahin Ahmadiyah yang isinya memeparkan tentang keunggulan Islam dan ketinggian al-Quran dibandingakan agama Nasrani dan Arya Samaj, serta agama-agama lainnya.

Selain itu, Ghulam juga lebih concern melakukan jihad kabir ini dengan mendirikan jamaat Islam Ahmadiyah pada tahun 1889. Dengan berdiirinya jamaat Islam Ahmadiyah ini, penerbitan buku-buku yang berisi tentang pembelaan terhadap ajaran Islam semakin gencar dilakukan, beberapa mubaligh dididik dan dikirman ke berbagai daerah, dan beberapa Negara di Eropa, Amerika, Afrika, Asia dan Australia, masjid-masjid dan pusat-pusat tabligh pun terus  dibangun.

C. Jihad Akbar

Jihad akbar (jihad yang terbesar) yaitu perjuangan melawan hawa nafsu. Berkenaan dengan usaha perjuangan melawan hawa nafsu untuk menciptakan tingkat kesempurnaan budi pekerti umat mnusia, Ghulam memiliki perangkat landasan pemikiran tersendiri. Landasan pemikiran ini adalah tentang kondisi atau pembawaan manusia di dunia setelah penciptaannya, yang bisa mencapai derajat yang tinggi dengan budi pekerti yang tinggi namun bisa juga jatuh ke dalam drajat yang rendah dengan budi pekerti yang rendah.

Menurut Ghulam, pembawaan manusia terbagi menjadi tiga kondisi yaitu: pembawaan alami (thabi’i), pembawaan akhlak (akhlaqi), dan pembawaan ruhani (ruhani). Menurut Ghulam, keadaan-keadaan thabi’i manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan keadaan-keadaan akhlaqi dan ruhaninya, ketiganya bukan merupakan sesuatu yang terpisah antara satu dengan yang lainnya. Jika keadaan-keadaan thabi’I manusia diperguanakan sesuai dengan bimbingan syariat, maka keadaan-keadaan tersebut akan berubah menjadi nilai-nilai akhlak, yang mana hal itu akan memberi pengaruh yang mendalam sekali pada keruhaniannya. Selama keadaan-keadaan thabi’i tidak beralih ke dalam warna akhlak, maka manusia tidak layak mendapatkan ledudukan yang terhormat, karena keadan-keadaan itu terdapat juga di dunia hewan dan tumbuhan. Begitu juga jika manusia hanya memiliki akhlak saja maka ia tidak akan meraih kehidupan ruhani karena seorang koruptor dan pemohong pun sering memperhatikan akhlak yang baik, seperti: ramah, rendah hati, dan suka damai.

Beberapa perbaikan yang berkaitan dengan keadaan thabi’i manusia adalah bagian dari akhlak yang disebut adab (sopan santun), jika adab diterapkan, maka orang-orang biadab di mana pun dpat menjadi seimbang, normal, dan dapat melepaskan diri dari kehidupan liar dan buas.

PENUTUP

Pada tataran aplikatifnya, konsep jihad dalam pembahasan makalah ini belum disinggung secara lebih detail. Tetapi dari apa yang kami paparkan di atas mengenai konsep jihad dalam Ahmadiyah semoga memberi sebuah gambaran lain yang dapat memperluas wawasan kita tentang Ahmadiyah. Ahmadiyah yang tidak melulu dipandang sebagai aliran sesat dan sebagianya.

Besar harapan kami, ada pembahasan lain setelah ini yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang gerakan Ahmadiyah.

DAFTAR PUSTAKA

Burhanudin, Asep. 2005. Ghulam Ahmad; Jihad tanpa kekerasan. Yogjakarta: LKiS.

Fathoni, Nuslih. 2002. Paham Mahdi Syiah dan Ahmadiyah dalam Perspektif. Jakarta : Rajawali Pers

Kurniawan, apep Fajar. 2006. Teologi Kenabian Ahmadiyah. Jakarta : RMBOOKS.

M.A. Suryawan, 2006, Bukan Sekedar Hitam Putih, Tangerang: Azzahra Publishing

6 responses

  1. assalamualaikum.wr.wb! sy sangat sedih,melihat byk ummat manusia,yg mulai sesat..tpi..ketahuilah..wahai kalian kaum ahmadiah..insaflah! apa sdh buta mata hti kalian? sdh lengkap dlm alquran dijelaskan! tpi kalian masih membangkang! membunuh ahmadiah halal.

  2. wahai kaum ahmadiah! sadarlah.apa buta matamu.jgn mengelak dgn alasan..y! sdh jelas2 ahmadiah menyimpang.apa yg diperdebatkan lg! aku siap berperang dgn ahmadiah..jd,aku berharap,jgn smpe kalian menyebar kewilayahku.

    1. menarik? siapa yang sesat dan siapa pula yang benar? atas dasar apa sesat atau tak sesat hadir. al-qur’an dan hadist atau sunah rasul sama2 bisa tafsirkan. apa dasar kita menyatakan kita yang paling benar. saya kira hanya cukup jelas bahwa, telah terjadi klaim kebenaran yang mengatasnamakan agama. wilayah tuhan kalian rampas untuk membenarkan apa yang belum tentu benar dari keyakinan kalian. anda bisa mengatakan diri anda paling benar bila anda memiliki dasar pengetahuan yang tak mungkin terbantahkan, pengetahuan absolut, tak ada cela tak ada salah. sudah sampai di situ belum pengetahuan anda? kalau belum, silahkan tarik lagi kata2 kotor dan kasar anda ke dalam relung hati yang paling dalam. pernyataan seperti itu sepantasnya hanya dari siapa dan oleh siapa? kecuali muahammad saw yang menerima pengetahuan berdasarkan firman-firman tuhan langsung, atau tuhan sendiri, tak ada sepertinya makhluk di dunia setelahnya yang sampai pada pengetahuan absolut yang bisa menjustifikasi satu hal salah benar secara tepat, tanpa salah tanpa cacat.
      sebagai umat islam yang baik, harusnya kalau ahmadiyah melakukan penafsiran, bagian dari upaya mencapai kebenaran, bahwa khataman nabi bagi mereka diartikan mahkota, ya kita seharusnya menghormati hasil ijtihad mereka. Hanya orang bodohlah yang menyikapinya dengan tindak kekerasan, karena tak mampu lagi berfikir.

      1. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untukmenjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabargembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
        (QS. An-Nahl, 16 :89)
        Isi Al-Quran tidak akan dapat dirubah oleh siapapun, meskisemua manusia maupun jin berhimpun membuat kitab yang sama danAllah senantiasa menjaga keberadaan Al-Quran ini. Hal ini dapat dilihatpada ayat-ayat berikut ini :
        “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimatNya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi MahaMengetahui.
        (QS. Al- An’am, 6 : 115)
        “Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akandapat membuat yang serupa dengan dia sekalipun sebagianmereka menjadi pembantu sebagian yang lain.
        (QS. Al-Israa’, 17 :88).
        “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dansesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
        (QS. Al-Hijr, 15 :9)Sementara itu informasi mengenai pembawa risalah, atau utusanyang menerima Wahyu dari Allah untuk disampaikan pada umatnya,Al-Quran menjelaskan bahwa terhadap kaum Bani Israil, Nabi Isa telahmenyampaikan akan keberadaan dirinya sebagai utusan Allah dankelak akan datang sesudahnya Nabi terkakhir yang bernamaMuhammad saw. Muhammad saw merupakan seorang rosul dan parapengikutnya saling berkasih sayang satu sama lainnya. Hal ini terlihatpada ayat-ayat berikut :
        “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata : “Hai Bani Israil,sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkankitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rosul yang akan datingsesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkalarasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yangnyata, mereka berkata : “Ini adalah sihir yang nyata.”
        (QS. Ash-Shaff, 61 : 6)
        “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rosul. Sungguh telahberlalu sebelumnya beberapa orang rosul.” (QS. Al-Imran, 3 : 144)
        “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-lakidiantara kamu, tetapi dia adalah Rosulullah dan penutup nabi-nabi. Dia adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al- Ahzab, 33 : 40)
        Kehadiran Nabi Muhammad saw turun di muka bumi menjadiutusan Allah untuk memberi peringatan kepada semua manusiaseluruh alam. Maka kita sebagai umat Muhammad saw dituntut untukmengikutinya dan menjadikan beliau sebagai tauladan agar kitamendapatkan kebahagiaan dunia hingga akhirat. Al-Quranmenjelaskan hal ini dalam ayat-ayat berikut :
        “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusiaseluruhnya sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakanmanusia tiada mengetahui.”
        (QS. Saba’ , 34 : 28)
        “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab, 33 : 21

        Al-Qur’an Surat Al-Ahzab : 40 Jelas mengatakan Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir penutup para nabi
        Sangat Jelas tidak terbantahkan dan absolut karena itu Firman ALLAH

  3. Islam = Al’Quran
    Al’Qur’an = Nabi Muhammad nabi terakhir
    Amhadiyah = Nabi Muhammad bukan nabi terakhir
    Berarti Ahmadiyah Gak percaya Al-Qur’an
    Berarti Ahmadiyah bukan Islam

    Gitu Aja kok repot

    untuk mematahkan ideologi ahmadiyah gak perlu Ulama Islam Turun tangan
    anak kecil yang paham agama pun udah cukup

    Sebenarnya gak ada masalah dengan Ahmadiyah asal dia tidak mengaku ISLAM

    Sama Seperti Negara Indonesia ada UUD 45 dan Pancasila
    Kalau Islam ada Al-Qur’an & Hadist
    Kalau Kristen Ada Yesus
    Itu Semua kan Syarat Mutlaknya jadi gak bisa Kompromi Lagi Bos…., Oke…
    Masalah Tafsir Udah ada ahli Tafsirnya jadi gak usah sok pandai tafsir sendiri bos…
    Orang Arab lebih tau karena Bahasa Al-Qur’an dari bahasa Arab

    1. saya hanya ingin memberi sedikit catatan dengan alur logika yang anda berikan

      Islam = Al’Quran
      Al’Qur’an = Nabi Muhammad nabi terakhir
      Amhadiyah = Nabi Muhammad bukan nabi terakhir
      Berarti Ahmadiyah Gak percaya Al-Qur’an
      Berarti Ahmadiyah bukan Islam

      pertama: islam bukan sma dengan al-Qur’an. kalau menurut saya Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT, melalui Nabi Muhammad SAW dengan sumber-sumber ajaran atau pedoman melalui al-Qur’an dan segala ajaran yang diajarkan Muhammad.
      kedua, saya tidak tahu yang anda maksud dengan Al-Qur’an = Nabi Muhammad nabi Terakhir. Barangkali yang anda maksud di dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul atau Nabi Allah SWT terakhir, dan tidak ada nabi setelahnya. Saya percaya dan yakin dengan apa yang telah diajarkan pada saya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan tak ada nabi setelahnya.
      Ketiga, pernyataan bahwa Ahmadiyah g percaya al-Qur’an, ini pernyataan yang menurut saya menyesatkan. Karena faktanya, umat ahmadiyah tetap mempercayainya dengan sepenuh hati kebenaran al-Qur’an.

      ayat ayat yang anda sebutkan;

      “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untukmenjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabargembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
      (QS. An-Nahl, 16 :89)
      Isi Al-Quran tidak akan dapat dirubah oleh siapapun, meskisemua manusia maupun jin berhimpun membuat kitab yang sama danAllah senantiasa menjaga keberadaan Al-Quran ini. Hal ini dapat dilihatpada ayat-ayat berikut ini :
      “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimatNya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi MahaMengetahui.
      (QS. Al- An’am, 6 : 115)
      “Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akandapat membuat yang serupa dengan dia sekalipun sebagianmereka menjadi pembantu sebagian yang lain.
      (QS. Al-Israa’, 17 :88).
      “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dansesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”
      (QS. Al-Hijr, 15 :9)Sementara itu informasi mengenai pembawa risalah, atau utusanyang menerima Wahyu dari Allah untuk disampaikan pada umatnya,Al-Quran menjelaskan bahwa terhadap kaum Bani Israil, Nabi Isa telahmenyampaikan akan keberadaan dirinya sebagai utusan Allah dankelak akan datang sesudahnya Nabi terkakhir yang bernamaMuhammad saw. Muhammad saw merupakan seorang rosul dan parapengikutnya saling berkasih sayang satu sama lainnya. Hal ini terlihatpada ayat-ayat berikut :
      “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata : “Hai Bani Israil,sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkankitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rosul yang akan datingsesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkalarasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yangnyata, mereka berkata : “Ini adalah sihir yang nyata.”
      (QS. Ash-Shaff, 61 : 6)
      “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rosul. Sungguh telahberlalu sebelumnya beberapa orang rosul.” (QS. Al-Imran, 3 : 144)
      “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-lakidiantara kamu, tetapi dia adalah Rosulullah dan penutup nabi-nabi. Dia adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al- Ahzab, 33 : 40)
      Kehadiran Nabi Muhammad saw turun di muka bumi menjadiutusan Allah untuk memberi peringatan kepada semua manusiaseluruh alam. Maka kita sebagai umat Muhammad saw dituntut untukmengikutinya dan menjadikan beliau sebagai tauladan agar kitamendapatkan kebahagiaan dunia hingga akhirat. Al-Quranmenjelaskan hal ini dalam ayat-ayat berikut :
      “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusiaseluruhnya sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakanmanusia tiada mengetahui.”
      (QS. Saba’ , 34 : 28)
      “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab, 33 : 21

      Saya kira menurut perjumpaan saya dengan teman-teman ahmadiyah, tak satupun dari ayat diatas yang mereka pungkiri kebenaran dan tidak mereka abaikan. hanya saja yang menjadi krusian adalah penafsiran soal “khatama’ di surat al-Ahzab ayat 40 yang menurut mereka tidak ditafsirkan sebagai penutup, tetapi perhiasan para nabi-nabi (yang utama).

      Dengan keyakinan saya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir, saya tetap menghargai apa yang diyakini oleh teman-teman Ahmadiyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: