Archives for category: Budaya

By Nanik, Dkk

PENDAHULUAN

Keadaan bumi ini tidaklah sama, ada yang tinggi ada yang rendah, ada yang subur ada yang gersang, ada yang basah ada yang kering. Iklimnya pun ada yang panas, ada yang dingin, dan lain-lain. Keadaan alam yang pada dasaranya tidak sama itu mempengaruhi keadaan fisik,  mental, budaya serta cara hidup.  Karena berbagai faktor, manusia itu berbeda-beda, berbeda karena alam yang mempengaruhinya, berbeda karena faktor keturunan yang dibawa dari orang tua, serta berbeda karena pengalaman, pendidikan, serta sejarah hidupnya.

Peribahasa mengatakan, “lain padang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya”. Oleh karena masyarakat dan budayanya berbeda-beda, maka tidak ada standar norma universal[1] ataupun objektif, yang dapat diberlakukan bagi semua orang di seluruh dunia. Karena apa yang dinilai baik dan buruk, benar dan salah oleh seseorang belum tentu dinilai baik dan buruk, benar dan salah oleh orang lain. Bahkan, pada lingkungan yang pada dasarnya mirip, apa yang kenyataanya dianggap baik dan buruk, benar dan salah, dapat saja berbeda. Karena tidak ada standar norma yang sama dan berlaku bagi semua manusia di seluruh dunia, tidak selayaknya seseorang merasa bahwa dirinya lebih tinggi atau lebih rendah daripada orang lain.

Dari adanya perbedaan manusia, masyarakat, bangsa dengan keadaan fisik, mental, kultural Baca entri selengkapnya »

Muqaddimah

Hantu-hantu pertikaian dan perpecahan hampir selalu menjadi momok yang harus dihadapi oleh satu bangsa yang majemuk. Sudah menjadi hal alamiah bahwa keberagaman akan membawa benturan-benturan. Benturan-benturan yang dapat berkembang ke arah konflik-konflik antar elemen di dalamnya. Konflik-konflik vertikal maupun Horizontal menjadi hal lumrah yang harus dihadapi satu bangsa multikultur.[1] Hal ini senada dengan tesis Samuel Huttington dalam The Class and Civilization-nya, yang menyatakan bahwa; “Perbedaan atau keragaman akan selalu memunculkan pertikaian dan konflik-konflik.” Menjadi satu hal menarik, jika tesis sosiolog Inggris ini diangkat dalam wacana keberagaman Indonesia. Dan memandang konsep ini, tak harus selalu melihatnya fokus hanya pada pertentangan yang ditawarkannya. Menerawang hal ini dalam konteks keindonesiaan dapatlah dipandang sebagai sentilan Huttington yang mencoba mengingatkan bangsa ini agar-sungguh-sungguh menjaga dan memelihara kemultikulturannya. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.