Arsip untuk April, 2009

20
Apr
09

Al-Ghazali

By Toni dkk

Biografi

Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad al-Thusi al-Shafi’i al-Ghazali

Lahir: Thus (Khurasan,Iran) 1058M

Wafat: Usia 70 tahun, di Iran, 1128 M

Guru-gurunya:

—  Syaikh Ahmad bin Muhammad Ar Radzakani

—  Imam Abu Nashr  al-Isma’ili

—  Imam Haramain  al-Juwaini

Karya-karya:

Ilmu Agama:

-          Al-Munqidh min al-Dalal (Rescuer  from Error)

-          Hujjat al-haq (Proof of the Truth)

-          Al-Iqtisad fil I’tiqad (Median in Belief)

-          Al-Maqsad al-Asna fi Sharah Asma’Allahu al Husna(The Best means in Explaining Allah’s Beautiful Names)

-          Jawahir AlQuran wa Duraroh(Jewels of the Quran and its Pearls)

-          Fayals al Tafriqa bayn al-Islam wal Zandaqa(The Criterion of distinction between Islam and Clandestine Unbelief)

-          Mishkat al-Anwar (The Niche of Lights)

-          Tafsir al-Yaqut al-Ta’wil Lanjutkan membaca ‘Al-Ghazali’

20
Apr
09

Ibn Taimiyyah

by: Forget Them

BIOGRAFI DAN SITUASI POLITIK

Nama lengkapnya adalah Taqi al-Din Abu Abbas Ahmad Ibnu al-Halim Ibnu Abd al-Salam Ibnu Taimiyyah. Ia dilahirkan pada 22 Januari 1262 di Harran, dekat Damaskus, dan meninggal di penjara pada tanggal 26 September 1328 M. Ia hidup pada masa ketika dunia Islam mengalami puncak disintegrasi politik, dislokasi sosial dan dekadensi moral, dimana kekuasaan tidak lagi berada di tangan khalifah di Bagdad, melainkan dikuasai oleh penguasa lokal. Selain itu, juga terjadi krisis internal berupa kejumudan dan taklid yang mewabah dalam naungan militerisme negara. Ketika Mongol menyerbu kota Harran, dia dan keluarganya hijrah ke Damaskus.

Pada masa itu, yaitu sekitar abad ketujuh dan kedelapan yang merupakan masa penghabisan Daulah Abbasiah, kaum muslimin telah terpecah-belah dalam kerajaan-kerajaan kecil yang antara satu dengan yang lainnya saling memusuhi. Lebih dari itu, kerajaan-kerajaan kecil ini mendapat ancaman besar dari tiga sisi: serangan bangsa Tartar dari arah timur (Mongolia), serangan pasukan Perang Salib yang terus mendesak dari arah barat, serta ancaman akibat perpecahan dari umat Islam sendiri. Lanjutkan membaca ‘Ibn Taimiyyah’

20
Apr
09

AL-MAWARDI: Biografi dan Pemikiran politiknya

by: Abdul Hakim, Ellya Verawati, Tresna Agustian, Mohammad Fathi,

A. Pengantar

Khazanah intelektual Islam era kekhalifahan Abbasiyah pernah mengukir sejarah emas dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pemikiran keagamaan. Salah satu tokoh terkemuka sekaligus pemikir dan peletak dasar keilmuan politik Islam penyangga kemajuan Abbasiyah itu adalah Al Mawardi. Tokoh yang pernah menjadi qadhi (hakim) dan duta keliling khalifah ini, menjadi penyelamat berbagai kekacauan politik di negaranya, Basrah (kini Irak). Nama lengkap ilmuwan Islam ini adalah Abu al Hasan Ali bin Habib al Mawardi. Alboacen. Begitu peradaban Barat biasa menyebut pemikir dan pakar ilmu politik termasyhur di era Kekhalifahan Abbasiyah ini. Lahir di kota pusat peradaban Islam klasik, Basrah (Baghdad) pada 386 H/975 M, belajar ilmu hukum dari Abul Qasim Abdul Wahid as Saimari, seorang ahli hukum mazhab Syafi’i yang terkenal. Pindah ke Baghdad melanjutkan pelajaran hukum, tata bahasa, dan kesusastraan dari Abdullah al Bafi dan Syaikh Abdul Hamid al Isfraini. Dalam waktu singkat ia telah menguasai dengan baik ilmu-ilmu agama, seperti hadis dan fiqh, juga politik, filsafat, etika dan sastra. Di mata raja-raja Bani Buwaih, Al-Mawardi mendapatkan kedudukan yang cukup tinggi. Ia hidup pada masa pemerintahan dua khalifah: Al-Qadir Billah (381-422 H) dan Al-Qa’imu Billah (422-467 H). Wafat pada 1058 M, dalam usia 83 tahun. Lanjutkan membaca ‘AL-MAWARDI: Biografi dan Pemikiran politiknya’