Arsip untuk Juli, 2008

05
Jul
08

ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA

By Abdul Hadi W.M

Judul di belakang Islam dan Marxisme dalam catatan ini diambil dari salah satu karangan Mohamad Hatta. Sosialisme yang akan dibahas pula bukan hanya sosialisme Marxis, tetapi juga faham ekonomi lain yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar pendudukunya menganut suatu aagama, khususnya Islam. Khususnya seperti dikemukakan Bung Hatta di Indonesia dan Muhammad Husein Heikal di Mesir. Pemikiran sosialisme seperti inilah yang mendasari gagasan Ekonomi Terpimpin Bung Hatta dan Mubyarto. Mereka berpendapat bahwa tatanan ekonomi terbaik yang mesti dijalankan di Indonesia haruslah berdasarkan keadilan sosial dan kian jauh dari praktek kapitalisme liberal.

Sebagai faham ekonomi, sosialisme mulai berkembang pada akhir abad ke-18 dan 19 M di Eropa. Ketika itu tatanan masyarakat feodal mulai runtuh sebagai akibat revolusi industri, yang memunculkan kelas penguasa baru di bidang ekonomi, yaitu kaum kapitalis. Sosialisme muncul sebagai reaksi terhadap kapitalisme.

Faham ini mulai muncul di Inggeris dan Perancis menjelang Revolusi Perancis, dan mencapai puncaknya pada akhir abad ke-19 dengan munculnya tokoh-tokoh besar seperti Proudhon, Karl Marx, Engels, Bakunin, Karl Kautsky, Plekhaniv, Lenin dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca ‘ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA’

02
Jul
08

Islam, Kemajuan, dan Indonesia

By Sulthon Fatoni

A. Pendahuluan

Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia memiliki potensi besar untuk dapat memunculkan sebuah peradaban besar dunia. Bahkan sangat dimungkinankan memang kejayaan peradaban Islam zaman pertengahan akan terwariskan dan dibangun di bumi nusantara ini. Dengan kuantitas yang sedemikian besar dan kecenderungan umat Islam di Indonesia yang sadar perbedaan dan memahami keragaman yang ada, seperti halnya di masyarakat Islam di Andalusia yang hidup dengan semangat pluralitasnya, Indonesia seperti yang dikatakan oleh Mulyadi Kertanegara sebagai the Giant Sleeping[1] yang bila dibangunkan tentu akan menghasilkan satu peradaban dan sebuah tradisi ilmiah yang luar biasa hebatnya. Dan tentu ini tidak gampang semudah mengatakannya, butuh usaha dan semangat yang sangat untuk dapat memunculkan satu peradaban dan tradisi layaknya yang ada pada masa-masa keemasan Islam tempo dulu, baik di Bagdad pada masa khalifah Abasiyah maupun di tempat lain di mana Islam mengepakkan sayapnya lebar-lebar.

Dengan penekanan penduduk muslim dan kenapa bukan yang lain, bukanlah tulisan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya sektarianisasi atas nama Islam atau juga bukannya tanpa alasan yang jelas kenapa hal itu diangkat. Ada kaitan antara Islam di Indonesia, yang berjumlah 80-an persen dari total 200-an juta penduduk Indonesia, dengan kemajuan dan munculnya sebuah peradaban dan satu tradisi yang mumpuni. Lanjutkan membaca ‘Islam, Kemajuan, dan Indonesia’