<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: PETUALANGAN JIWA: Sebuah Langkah Awal Dalam Meniti Jalan Cinta Menurut Perspektif ‘Attar dalam Mantiq at-Tayr</title>
	<atom:link href="http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/</link>
	<description>Lakukan Apa yang Ingin Kamu Lakukan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Dec 2009 04:39:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: poetraboemi</title>
		<link>http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/#comment-132</link>
		<dc:creator>poetraboemi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 10:37:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://poetraboemi.wordpress.com/?p=63#comment-132</guid>
		<description>Bisa disebut demikian. Menuju satu tujuan yang sama. Menuju simurgh kalo dalam mantiq ath thair Fariduddin Attar. Kesadarana akan realitas yang satu pada wahdatul wujud Ibn Arabi. Bersatunya mahkluk dengan penciptanya dalam manunggaling kawula Gusti Syekh Siti Jenar.
Secara prinsipal sama. Namun, menurut saya sebagai bagian dalam pengalaman ruhaniah manusia ketiganya kadang mungkin akan menemukan jalan yang berbeda-beda untuk sampai pada tujuan itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa disebut demikian. Menuju satu tujuan yang sama. Menuju simurgh kalo dalam mantiq ath thair Fariduddin Attar. Kesadarana akan realitas yang satu pada wahdatul wujud Ibn Arabi. Bersatunya mahkluk dengan penciptanya dalam manunggaling kawula Gusti Syekh Siti Jenar.<br />
Secara prinsipal sama. Namun, menurut saya sebagai bagian dalam pengalaman ruhaniah manusia ketiganya kadang mungkin akan menemukan jalan yang berbeda-beda untuk sampai pada tujuan itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eki</title>
		<link>http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/#comment-130</link>
		<dc:creator>eki</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 13:46:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://poetraboemi.wordpress.com/?p=63#comment-130</guid>
		<description>mantiq ath thair = Wihdatul Wujud = Manunggaling kaula Gusti ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mantiq ath thair = Wihdatul Wujud = Manunggaling kaula Gusti ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: poetraboemi</title>
		<link>http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/#comment-41</link>
		<dc:creator>poetraboemi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 07:29:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://poetraboemi.wordpress.com/?p=63#comment-41</guid>
		<description>sejalan dengan Attar atau lebih jauhnya Ibn Arabi, manusia akan menemukan dirinya jika tujuan hidupnya adalah Tuhannya. manusia memiliki jiwa yang selalu dipengaruhi dua hal, &quot;baik dan buruk&quot;. dalam konteks menuju Tuhan yang oleh Attar jiwa-jiwa itu dilambangkan dengan burung-burung itu, untuk menggapai tujuan itu, Tuhan, jiwa itu terlebih dahulu harus disucikan. dan di dunia ini, manusia harus belajar menghadapi hidup dengan menempa jiwanya menuju kesucian, dan Tuhan memberi mereka halangan dan rintangan serta cobaan untuk membersihkan karat-karat yang ada pada jiwa manusia. menghidupkan divine soul dalam diri manusia....menuju kehakikatan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sejalan dengan Attar atau lebih jauhnya Ibn Arabi, manusia akan menemukan dirinya jika tujuan hidupnya adalah Tuhannya. manusia memiliki jiwa yang selalu dipengaruhi dua hal, &#8220;baik dan buruk&#8221;. dalam konteks menuju Tuhan yang oleh Attar jiwa-jiwa itu dilambangkan dengan burung-burung itu, untuk menggapai tujuan itu, Tuhan, jiwa itu terlebih dahulu harus disucikan. dan di dunia ini, manusia harus belajar menghadapi hidup dengan menempa jiwanya menuju kesucian, dan Tuhan memberi mereka halangan dan rintangan serta cobaan untuk membersihkan karat-karat yang ada pada jiwa manusia. menghidupkan divine soul dalam diri manusia&#8230;.menuju kehakikatan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Attar</title>
		<link>http://poetraboemi.wordpress.com/2008/06/04/petualangan-jiwa-sebuah-langkah-awal-dalam-meniti-jalan-cinta-menurut-perspektif-%e2%80%98attar-dalam-mantiq-at-tayr/#comment-40</link>
		<dc:creator>Attar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 05:10:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://poetraboemi.wordpress.com/?p=63#comment-40</guid>
		<description>Salam kenal,saya termasuk pengagum Attar. Namun ada pertanyaan yang belum terjawab secara memuaskan yaitu mengapa dalam hidup di dunia ini Jiwa kita harus menjalani berbagai ujian, rintangan, tantangan yang semuanya &quot;tidak nyaman&quot; dan anehnya lagi bahwa &quot;keberhasilan&quot; Jiwa kita di dunia inilah yang menentukan nasib Jiwa kita di Alam lain, padahal di dunia ini masanya sebentar, cepat, dekat, partikular , tidak menyeluruh. Bagaimana yang sebentar menentukan yang lama, bagian menentukan keseluruhan, apakah ini sesuai dengan keadilan? bukankah lazimnya adalah sebaliknya??? apakah ada jawabannya dari anda? tks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal,saya termasuk pengagum Attar. Namun ada pertanyaan yang belum terjawab secara memuaskan yaitu mengapa dalam hidup di dunia ini Jiwa kita harus menjalani berbagai ujian, rintangan, tantangan yang semuanya &#8220;tidak nyaman&#8221; dan anehnya lagi bahwa &#8220;keberhasilan&#8221; Jiwa kita di dunia inilah yang menentukan nasib Jiwa kita di Alam lain, padahal di dunia ini masanya sebentar, cepat, dekat, partikular , tidak menyeluruh. Bagaimana yang sebentar menentukan yang lama, bagian menentukan keseluruhan, apakah ini sesuai dengan keadilan? bukankah lazimnya adalah sebaliknya??? apakah ada jawabannya dari anda? tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
