Arsip untuk Juni, 2008

19
Jun
08

Manusia Otentik

By Muhammad Fathi, dkk

Latar Belakang

Terjadinya konsep manusia otentik adalah lahir dari rahim modernisme yang telah gagal memahami manusia secara utuh. Filsafat ‘pencerahan’, karena ketakjubannya dengan fisika memahami manusia seperti mereka memahami alam. Alam dianggap sebagai sebuah mesin raksasa, dan manusia dianggap sebagai mesin kecil. Penyamaan manusia dengan alam sebagai mesin menyebabkan ‘kemesinan’ manusia (i’ home machine).

Pemesinan manusia yang diperparah oleh penggunaan teknologi industrial setelah terjadinya ‘Revolusi Industri’ di Eropa, dimana peradaban ‘mesin’ sungguh-sungguh melingkari manusia. Manusia yang dulunya bekerja di pabrik-pabrik secara manual, sejak itu tergantikan oleh robot-robot. Manusia telah direndahkan derajatnya oleh industrialis-industrialis teknokrat yang lebih rendah dari robot-robot. Lanjutkan membaca ‘Manusia Otentik’

07
Jun
08

Paradigma Sufistik dalam Sastra

by Wiwit KR.

PENDAHULUAN

Beberapa sarjana mengatakan bahwa kata sufi berasal dari kata ‘safi’ yang dalam bahasa Arab bermakna suci atau bersih. Memang jalan kerohanian sufi dimulai dengan penyucian diri (tadhkiya` al-nafs) dan penyucian kalbu (tadhkiya` al-qalb). Tujuan penyucian diri dan kalbu dimaksudkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Di samping itu jalan kerohanian sufi ditempuh dengan maksud agar seorang salik (penempuh jalan kerohanian) lebih mengenali diri mereka dan hakikat bahwa manusia merupakan makhluq kerohanian, bukan semata-mata makhluq kejasmanian dan sosial.[1]

Membincang tentang tasawuf merupakan hal yang menarik bagi pencintanya. Banyak sastra-sastra Islam yang berisikan tentang puisi sufi yang sangat menarik dan indah terkait dengan penghambaan manusia terhadap Tuhannya. Dalam karya Dr. abdul Hadi W.M yang di presentasikan dalam mata kuliah ‘Sastra Islam’ di ICAS Paramadina, dia menyebutkan bahwa Tasawuf ialah bentuk spiritualitas atau jalan kerohanian dalam Islam. Sebagai bentuk spiritualitas dengan ajaran kerohanian yang telah dirumuskan ilmu tasawuf muncul pada awal abad ke-2 H atau 8 M. Mereka yang melaksanakan disiplin kerohanian mengikuti jalan tasawuf disebut sufi. Kerana itu tasawuf juga disebut sufisme. Para sufi telah sejak awal lagi melibatkan diri dalam kegiatan sastra, khususnya penulisan puisi. Lanjutkan membaca ‘Paradigma Sufistik dalam Sastra’

04
Jun
08

PETUALANGAN JIWA: Sebuah Langkah Awal Dalam Meniti Jalan Cinta Menurut Perspektif ‘Attar dalam Mantiq at-Tayr

By Nanik Y.

PENDAHULUAN

 

            Jiwa, sebuah kata yang mengandung banyak misteri di dalamnya. Begitu banyak alegori yang melambangkan tentang jiwa, terlebih jiwa manusia, salah satunya adalah ‘Attar, yang menggambarkan jiwa manusia sebagi burung-burung yang melakukan sebuah pencarian menuju sebuah kebenaran sejati.

            Dalam makalah ini, saya mencoba untuk menghubungkan antara perumpamaan yang disampaikan oleh ‘Attar dengan kaitannya terhadap Cinta Ilahi. Yang pada dasarnya, perumpamaan yang disampaikan oleh ‘Attar tersebut, juga merupakan sebuah proses bagi jiwa manusia dalam mencapai Cinta Ilahi serta kebenaran yang hakiki.

Tulisan ini terbagi dalam beberapa kerangka bagian, yang tersusun berdasarkan sistematika sebagai berikut: Bagian pertama mengetengahkan sekilas tentang ‘Attar, sang perangkai Mantiq at-Tayr. Bagian kedua memberikan sedikit gambaran mengenai Mantiq at-Tayr  karya ‘Attar. Bagian ketiga mencoba mengungkap sedikit makna yang terkandung dalam proses perjalanan burung-burung, yang terkemas dalam Mantiq at-Tayr. Bagian keempat  mencoba menghubungkan antara alegori karya ‘Attar ini, dengan suatu proses meniti jalan cinta menuju Ilahi. Lanjutkan membaca ‘PETUALANGAN JIWA: Sebuah Langkah Awal Dalam Meniti Jalan Cinta Menurut Perspektif ‘Attar dalam Mantiq at-Tayr’