Kilas Balik Perjalanan Hidup Muthahari
Malam menjelang larut ketika salah seorang pengurus Dewan Revolusi Islam, Iran, keluar dari rumah DR. Yadullah Sahabi, tanggal 1 Mei 1979, sehabis memimpin rapat. Sebelumnya, berjalan bersama para ulama yang menghadiri rapat, kemudian di tikungan menuju tempat mobilnya diparkir dia berpisah dengan rombongan kecil ini. Suasana lengang, menjadikannya buruan empuk dalam sasaran tembak salah seorang anggota kelompok Furqon yang telah mengintainya. Sebuah letupan senjata api mengiringi terjangan peluru dari belakang yang menebus kepalanya. Tubuh orang ini bersimbah darah, tak terselamatkan meski ada upaya pertolongan dari kawan-kawannya yang ada di tempat kejadian. Korban penembakan kejam ini adalah Murthada Muthahhari, seorang faqih, filosof, teoritikus ekonomi, pakar gender, dan politikus mumpuni Iran, yang bersama Ayatullah Khomeini memiliki andil besar pada jatuhnya kepempinan otoritarian Syah Khan. Di usianya yang ke-59 Muthahari tutup usia, mengakhiri kiprahnya dalam belantika kehidupan politik dan akademiknya di Iran yang dimulainya 30 tahun sebelum kematiannya, sejak pertemuan awal dalam kuliah yang diberikan Imam Khomeini.