Arsip untuk April, 2008

24
Apr
08

Rasyid Ridha

By

Yamin, Muchlis, Nanik

PENDAHULUAN

Dewasa ini, muncul begitu banyak tantangan yang mesti dihadapi oleh umat Islam. Adanya keterbelakangan dan kegelapan dalam ilmu pengetahuan modern, serta ada dan melekatnya paham fatalisme serta pemahaman yang keliru terhadap Islam, yang secara tidak langsung turut andil dalam usaha penghambatan kemajuan tersebut.

Islam senantiasa memberikan respon terhadap berbagai problematika yang muncul. Respon Islam tersebut, tidaklah lepas dari peran yang diberikan oleh tokoh yang mengerahkan segenap kemampuan intelektualnya untuk terus melakukan pembaruan terhadap berbagai paham yang ada dalam Islam. Lanjutkan membaca ‘Rasyid Ridha’

24
Apr
08

Jamaluddin al-Afghani

By

Zaenal Abidin & R.M. Joko Prawoto

Pendahuluan

Abad ke 19 hingga abad ke 20 merupakan suatu momentum dimana umat Islam memasuki suatu gerbang baru, gerbang pembaharuan. Fase ini kerap disebut sebagai abad modernisme, suatu abad dimana umat diperhadapkan dengan kenyataan bahwa Barat jauh mengungguli mereka. Keadaan ini membuat berbagai respon bermunculan, berbagai kalangan Islam merespon dengan cara yang berbeda berdasarkan pada corak keislaman mereka. Ada yang merespon dengan sikap akomodatif dan mengakui bahwa memang umat sedang terpuruk dan harus mengikuti bangsa Barat agar dapat bangkit dari keterpurukan itu. Ada pula yang merespon dengan menolak apapun yang datang dari Barat sebab mereka beranggapan bahwa itu diluar Islam. Kalangan ini menyakini Islamlah yang terbaik dan umat harus kembali pada dasar-dasar wahyu, kalangan ini kerap disebut dengan kaum revivalis. Lanjutkan membaca ‘Jamaluddin al-Afghani’

23
Apr
08

Mengenal Sastra Sufi

Pendahuluan

By Nur Izzatunnisa

Sastra adalah segala sesuatu yang oleh masyarakat dinilai, karena memiliki unsur-unsur dan makna yang banyak, berkenaan dengan keindahan. Sehingga makna sastra dapat hadir sebagai intepretasi setiap individu yang ingin memaknainya.

Dewasa ini, sastra sudah sangat berkembang. Kehidupan sastra memiliki maksud yang tersirat dari orang yang mencintai sastra. Adapun bagian-bagian sastra adalah rangkaian seni yaitu kumpulan-kumpulan puisi dan prosa. Prosa terdiri dari hikayat, dongeng, sejarah, dan kisah.

Sastra hampir menempati berbagai ruang bidang kehidupan manusia. Menjelma sebagai bagian-bagian sastra yang memiliki koridor-koridor dengan ragam hias yang berbeda. Antara lain, sastra kebudayaan, sastra Islam, dan sastra sufi. Makalah ini dibuat untuk mengulas satu fragmen yang mungkin penting dalam perkembangan sastra dunia, atau dapat pula disebut sebagai sebuah pembacaan dan penelaahan terhadap sastra Islam karena tulisan ini hendak membahas tentang sastra sufi. Satu pembahasan yang tidak dapat lepas dari Islam tentunya, makanya pembahasan ini lebih tepatnya dapat disebut sebagai pembahasan kesusastraan Islam dari pada kesusastraan dunia. Dengan penulisan dan adanya makalah ini, semoga kita mengenal lebih tentang kehidupan sufi serta sastranya yang berlandaskan cinta Ilahi. Lanjutkan membaca ‘Mengenal Sastra Sufi’

23
Apr
08

Hukum Moral Versus Akal Rasional

By Nanik Yulianti

Abstraksi

Menciptakan dan menjaga perdamaian merupakan salah satu tugas penting yang diemban oleh seluruh umat manusia. Namun, pada kenyataannya hal tersebut belum teraktualisasi dengan baik. Salah satu penyebabnya adalah akibat dari potensi akal budi yang ada dalam diri manusia belum teraktualsasi secara optimal. Padalah akal budi sendiri memiliki andil yang cukup besar dalam menjamin kepentingan-kepentingan privat setiap individu. Di sisi lain, hukum yang pada dasarnya memiliki hak dan kemampuan untuk memaksakan tingkah laku dan moral seseorang terkadang tidak mampu memeberikan kontribusi yang cukup besar bagi terciptanya perdamaian. Namun, bagaimanapun perdamaian yang selama ini diinginkan akan lebih mudah dicapai jika disokong oleh kesadaran serta kemauan untuk dapat mencapai perdamaian itu sendiri. Lanjutkan membaca ‘Hukum Moral Versus Akal Rasional’

15
Apr
08

Teknologi Pendidikan dalam Keberhasilan Sistem Pembelajaran

Begitu susahnya mengajar dan membuat siswa semangat belajar, atau jika menggunakan perspektif siswa sendiri, betapa sulitnya menumbuhkan semangat belajar dalam diri, karena proses panjang dalam pembelajaran akan memunculkan berbagai macam masalah yang dapat menghalangi dan merintangi tercapainya tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Proses pembelajaran yang tidak singkat itu membutuhkan bermacam cara dan inovasi yang dapat menumbuh kembangkan semangat dan kreatifitas pelajar maupun pengajar.

Sebuah cara dengan memanfaatkan teknologi, baik dari segi fisiknya maupun ide-ide yang ada di dalamnya adalah satu jalan yang baik untuk digunakan dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam sebuah sistem pembelajaran. Teknologi secara`eksoteris yang nampak sebagai wujud fisik peradaban modern maupun secara esoteris sebagai cara-cara non fisik yang menjadi bagian keseharian hidup manusia modern adalah bagian penting dalam pembentukan karakter semangat belajar civitas pendidikan dan pencapaian tujuan sistem pembelajaran yang ingin didapatkan. Dengan catatan bahwa cara dan menggunakan teknologi dengan tepat juga merupakan bagain vital yang ada dalam teknologi pendidikan. Lanjutkan membaca ‘Teknologi Pendidikan dalam Keberhasilan Sistem Pembelajaran’

08
Apr
08

HAK ASASI MANUSIA REFLEKSI HUMANISME

By Tresna Agustian Suryana

Hak asasi manusia sebagai bagian dari humanisme merupakan salah satu faktor penting untuk terciptanya kesinambungan hidup dan terjaganya stabilitas nasional maupun internasional. Dengan terciptanya hak asasi manusia, berarti kita telah menghormati prinsip-prinsip humanisme atau kemanusiaan.

Humanisme atau kemanusiaan itu sendiri lahir dari rahim peradaban eropa.tepatntya pada masa renasissance atau yang biasa dikenal sebagai abad pencerahan. Humanisme tergagas saat kebangkitan ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani di abad ke 15 dan 16. meskipun pada dasarnya ide-ide humanisme muncul dan berkembang dalam peradaban manusia sebelum renaisance terjadi seperti digagaskan oleh Kon Fut Tze, Meng Tze dan Hun Tze. Lanjutkan membaca ‘HAK ASASI MANUSIA REFLEKSI HUMANISME’