Baik pemikiran al-Ghazali (1058-1111M) ataupun Ibnu Rusyd (1126-1198M) pada dasarnya memiliki satu garis hubung yang sama di mata umat Islam. Yaitu sebuah garis yang berangkat dari titik pemikiran Ibnu Sina dengan aliran filsafat yang memiliki bangunan dasar wahdat al-wujud. Dari sinilah al-Ghazali mulai mengeluarkan komentar-komentar yang mungkin lebih tepat disebut sebagai kritikannya terhadap filsafat.[1] Al-Ghazali begitu gigih membantah lontaran-lontaran argumen dari para filosof dengan titik fokus pada filsafat metafisik mereka.[2] Dan kemudian mengumandangkan bahwa para filsuf yang dengan tiga hal (keabadian alam, pengetahuan Tuhan yang universal, menolak bangkitnya jasad setelah mati) yang diajarkannya adalah kafir, termasuk bagi mereka yang mengikutinya. Lanjutkan membaca ‘Reaktualisasi Budaya Kritik’
Cari
Bulan
Blogroll
Entri Terkini
- DOKTRIN TEOLOGI AHMADIAH DALAM KONSEPSI SYARIAT JIHAD
- Al-Ghazali
- Ibn Taimiyyah
- AL-MAWARDI: Biografi dan Pemikiran politiknya
- Pemikiran Politik Al-Farabi
- Pancasila sebagai Etika Politik:Ironi Pedoman hidup bangsa yang Diagungkan
- ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA
- Islam, Kemajuan, dan Indonesia
- Manusia Otentik
- Paradigma Sufistik dalam Sastra