Fenomena munculnya ajaran-ajaran yang dapat dikatakan sebagai sempalan dari agama-agama besar terutama Islam, menjadi bagian menarik dari wacana yang akhir-akhir ini beredar. Dimulai dari Ahmadiyah, kemudian Lia Aminuddin, dan wacana besar berkaitan dengan ini, yang belum lama mengisi benak kita tentu adalah munculnya “nabi baru” yang sekarang sudah bertobat—Ahmad Mushaddeg. Gejala-gejala macam apakah ini? Hingga orang-orang seperti Lia Aminuddin dan Ahmad Mushaddeg dengan terang-terangan mengaku menjadi orang suci yang diutus Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Munculnya Lia Amunuddin dengan Jibrilnya dan Ahmad Mushaddeg dengan kenabiannya tentu tidak dapat dipandang sebelah mata. Meski sekarang Ahmad Mushaddeg sudah bertobat dan Lia masih mendekam di bui tahanan tentu pertanyaan awal tadi belumlah mampu terjawab dengan baik oleh berita-berita yang hadir di tengah-tengah kita. Kenabian Ahmad Mushaddeg dan kejibrilan Lia meninggalkan bekas noda yang sulit dihilangkan di benak dan hati kita. Lanjutkan membaca ‘Gejala Spiritualitas “Menyimpang”, Sesat Tidakkah Pelakunya’
Cari
Bulan
Blogroll
Entri Terkini
- DOKTRIN TEOLOGI AHMADIAH DALAM KONSEPSI SYARIAT JIHAD
- Al-Ghazali
- Ibn Taimiyyah
- AL-MAWARDI: Biografi dan Pemikiran politiknya
- Pemikiran Politik Al-Farabi
- Pancasila sebagai Etika Politik:Ironi Pedoman hidup bangsa yang Diagungkan
- ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA
- Islam, Kemajuan, dan Indonesia
- Manusia Otentik
- Paradigma Sufistik dalam Sastra