Bersyukurlah karena Tuhan mengirimkan seorang nabi sempurna yang telah menyemai benih salah satu peradaban besar dunia. Dan berbahagialah karena Tuhan telah menghiasi peradaban itu dengan keindahan dan keberisian cita makna. Islam datang dengan sesuatu yang lain, sesuatu yang maha indah yang hanya dapat dicapai dengan pengalaman pribadi yang tiada sempurna mampu dilukis kata. Jangan pernah katakan agama yang dibawa Sang Cahaya Ilahi ini miskin rasa dan makna. Di sinilah kau lihat dan akan kau temukan apa yang selalu kau sangsikan keberadaanya. Sebuah penerimaan baru yang belum pernah kau rasa. Mari! Kau yang selalu dihinggapi rindu dan cinta, bersamalah kami menyelami kesejukan samudera yang maha dalam ini. Di sinilah rindu dan cintamu akan terpuaskan. Lanjutkan membaca ‘Sastra Islam, Sastra Sufi’
Cari
Bulan
Blogroll
Entri Terkini
- DOKTRIN TEOLOGI AHMADIAH DALAM KONSEPSI SYARIAT JIHAD
- Al-Ghazali
- Ibn Taimiyyah
- AL-MAWARDI: Biografi dan Pemikiran politiknya
- Pemikiran Politik Al-Farabi
- Pancasila sebagai Etika Politik:Ironi Pedoman hidup bangsa yang Diagungkan
- ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA
- Islam, Kemajuan, dan Indonesia
- Manusia Otentik
- Paradigma Sufistik dalam Sastra